Kawah Putih

Kawasan wisata alam yang berjarak + 50 Km arah Selatan kota Bandung, berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 2.400 meter diatas permukaan laut dan memiliki suhu 8 derajat Celsius sampai 22 derajat Celsius yang tentunya udara sangat dingin. Tempat wisata ini sebuah danau yang terbentuk akibat dari letusan Gunung Patuha, tanah di danau ini berwarna putih dan air danau pun berwarna putih kehijauan, sehingga wisata alam ini di beri nama Kawah Putih.

Sejarah Kawah Putih

Mengenai cerita Gunung Patuha dimana terjadinya letusan hebat pada abad ke X, masyarakat menganggap Gunung Patuha adalah Gunung tertua dan angker, diambil dari kata Patuha konon berasar dari kata Pak Tua ( sepuh ). Gunung Patuha ini dianggap angker karena menurut cerita masyarakat yang beredar pada zaman dahulu, karena kawasan wisata ini dahulunya tempat bersemayam arwah para leluhur.

Bahkan menurut kuncen Abah Karna sekarang berumur + 105 tahun dan bertempat di kampong Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti. Kawasan tempat wisata Kawah Putih terdapat makan leluhur diantaranya :

  • Eyang Jaga Satru
  • Eyang Rangsa Sadana
  • Eyang Camat
  • Eyang Ngabai
  • Eyang Barabak
  • Eyang Baskom
  • Eyang Jambrong

Menurut kuncen bahwa salah satu puncak Gunung Patuha dipercaya sebagai tempat rapat para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru, sesekali masyarakat melihat munculnya domba berbulu putih ( domba lukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur. Sehingga masyarakat tak seorangpun berani menginjak puncak Gunung Patuha, Bahkan bila ada burung yang melintas atau lancang berani terbang diatas kawasan tersebut akan mati.

Seiring waktu berjalan mengenai cerita masyarakat pada tahun 1837, datang seorang ahli botani berasal dari warga negara Belanda Peranakan Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn sedang melakukan perjalanan ke daerah Bandung Selatan. Suasana sangat sepi dan sunyi   yang dirasakan Dr Franz Wilhelm Junghuhn saat tiba di kawasan tersebut.

Saat melakukan penelitian Dr. Franz Wilhelm Junghuhn mencari informasi mengenai Gunung Patuha pada masyarakat sekitar. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn sempat dilarang untuk menuju ke kawasan tersebut. Dr. Franz Wilhelm Junghuhn tak menghiraukan larangan dari masyarakat tersebut dan menurut beliau tidak dimasuk akal, melewati hutan rimba yang sunyi dan tak ada seekor binatang berada dikawasan tersebut. Dr. Franz Wilhelm Junghuhn pun mencapai puncak Gunung Patuha dan beliau melihat keberadaan sebuah danau yang indah berwarna putih dan bau belerang yang sangat menyekat.

Sejak itulah keberadan wisata Kawah Putih Ciwidey menjadi terkenal dan  pada tahun 1987 pemerintahan menjadikan kawasan wisata alam yang indah untuk pengembangan daerah Ciwidey hingga saat ini.

 

Fasilitas dan Harga tiket masuk Wisata Kawah Putih

Sebuah pengembangan dari pemerintah, maka kawasan wisata Kawah Putih memiliki fasilitas untuk kenyamanan para wisatawan atau pengunjung diantaranya :

  • Mushola
  • Pusat informasi
  • Restauran dan warung makanan
  • Area parkir yang luas
  • Transportasi untuk menuju Kawah Putih
  • Toilet

Untuk memasuki kawasan Kawah Putih Ciwidey, para wisatawan atau pengunjung harus memiliki tiket masuk dan tiket transportasi menuju kawah tersebut.

  • Tiket masuk wisatawan Domestik    18.000 / orang
  • Tiket masuk wisatawan mancanegara    50.000 / orang
  • Tiket transportasi / ontang – anting PP              15.000
  • Pre wedding 500.000
  • Parkir roda 4 diatas 150.000
  • Parkir roda 2 dibawah      5.000
  • Parkir roda 4 dibawah      5.000
  • Parkir roda 6 dibawah    25.000

Lokasi Kawah Putih

Berbagai macam alternative untuk menuju lokasi kawasan wisata alam Kawah putih, lokasi kawah putih sendiri terletak di Ciwidey tepatnya jalan Soreang Ciwidey antara 50 Km arah selatan kota Bandung. Salah satu untuk menuju kawasan wisata tersebut bisa menggunakan rental mobil di bandung plus supir dengan harga yang bersaing.